Alhamdulillah,  i have a chance to meet this great month and best month of all,  ramadhan kareem. Kalau kita mungkin punya banyak kesulitan untuk memperbaiki diri pada bulan-bulan biasa,  the great ramadhan seolah menjadi suatu momen yang membawa keajaiban tersendiri bagi setiap hamba yang ingin berubah. Tentunya menjadi pribadi yang lebih baik. Karna hal itu terjadi pula pada diri saya. Selama setahun belakangan,  saya merasa ada kemunduran dalam keimanan dan ketakwaan saya kepada Allah SWT. meskipun Allah sudah menjadwalkan pertemuan sehari 5 kali dengan kita melalui sholat wajib,  bahkan ditambah dengan sholat sunnahnya. Mestinya hal itu sudah menjadi alasan yang cukup bagi seorang hamba untuk bisa stay connected dengan Allah. Namun pada kenyataannya,  saya sendiri tidak mudah meraih tingkat kekusyukan yang bisa membuat kita tenggelam dalam nikmatnya taat,  seolah tatap muka yang 5 waktu dengan Allah hanyalah sebuah ritual tanpa makna. Tentunya bukan salah dari ibadahnya,  akan tetapi mungkin sy memandangnya sebagai kealpaan ruh dalam setiap ibadah yang dilakoni yang membuat ibadah tersebut tidak memberikan bekas dalam jiwa apalagi menenangkannya.

Namun demikian bukan berarti sy selalu gagal memaknai setiap kesempatan ibadah tersebut,  hanya saja ketika muncul gairah untuk berkhalwat dengan sang khaliq tau-tau lost contact saja. Semacam handphone yang kehilangan signalnya,  jadi ngga berguna saja seketika. Dan itu sy alami berat sekali. Terutama ketika kita berjuang mengendalikan hawa nafsu. Jadi memang benarlah bahwa memerangi hawa nafsu itu adalah peperangan yang paling besar. ketika kita tidak haya berusaha memenuhi kewajiban kita atas perintah-perintahNya,  tetapi juga bersamaan itu menjauhi pula apa yang menjadi laranganNya.

Nah itu mungkin yang membuat sy sering disconnect dengan tuhan,  ketika sy sudah berusaha menjalankan perintah tetapi belum menjauhi yang dilaranNya. Memang jadi tidak sinkron. Contoh simplenya adalah menjaga hati,  pikiran,  lisan agar terhindar dari maksiat. 

But somehow,  ketika dekat ramadhan. Seolah kita ini mendapat angin segar setelah terperangkap dalam ruangan sempit yang perlahan hendak membunuh kita. Kita punya kekuatan lebih,  kemudahan untuk meniatkan diri berhijrah menjadi lebih baik lagi. Dan sy ngalamin sendiri,  meski ini baru hari ketiga ramadhan. Mudah-mudahan,  harapan itu bisa terwujud sampai akhir ramadhan dan berbuah hasilnya seusai ramadhan. Aamiin.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s