Manusia itu makhluk yang lemah,karna ia mudah sekali menitikan air mata…

Tapi, manusia itu juga begitu tangguh. Sebab ia menggenggam erat keyakinannya meski tau sakit kala mempertahankannya…

Manusia begitu rapuh, hatinya mudah sekali tergores luka..

Tapi, manusia itu begitu tegar. Karna ia mencoba tersenyum meski duka mendekapnya…

Manusia itu mudah sekali tertipu. Ia bahkan terpuruk karna mimpinya sendiri, yang melambungkannya terlampau jauh.

Tapi, manusia itu begitu gigih. Padahal tau sakitnya jatuh di lubang yang sama. Ia bangkit berulangkali.

Manusia mudah sekali bingung, goyah, dan berubah.

Tapi ia juga, mudah sekali dijanjikan. Padahal janji itu terlalu beresiko melukainya.

Janji yang indah dan berujung indah

janji yang indah dan berujung nestapa.

Manusia itu bodoh sekaligus pandai disaat yang sama. Apa karenanya mudah sekali ia salah paham dan disalahpahami?

Jika saja perasaan manusia seperti debu yang terbawa angin, mengapa repot2 Tuhan titipkan hati untuk merasa? akal untuk menimbang?

Adakalanya kita mesti jadi pembelajar yang baik, sabar dalam mencerna setiap kejadian. Agar perasaan yang ada, tak terbuang seperti debu dihempas angin…

Agar perasaan yang ada, tidak diambil alih oleh hawa nafsu yang merugikan.

Agar perasaan yang ada tetap damai di rongga dada, sebab akal mengawasinya.

Hanya saja butuh waktu Untuk menjadi terbiasa…

butuh waktu untuk terbiasa memimpin diri.

Sehingga hati ini tau, perasaan yang seperti apa yang harus dilindungi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s